Tampilkan postingan dengan label Kuliner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kuliner. Tampilkan semua postingan

Jumat, 22 Oktober 2010


Nasi Liwet alias sego Liwet
Meskipun Bukan Ibukota Propinsi, Namun Solo bersetatus sebagai kota besar dan menjadi salah satu kota terpenting di Indonesia, dikarenakan masyarakatnya mempunyai karakter yang kuat, yaitu lembut dalam bahasa, tingkah laku, serta tutur kata. Namun di samping masih mempertahakankan kehidupan tradisinya, penduduk Solo juga mengadopsi kehidupan modern, seperti banyaknya hotel berbintang, kafe, pub, bar, diskotik, terutama anak mudanya, seiring perkembangan jaman.
Di Indonesia, Solo merupakan kota berperingkat kesepuluh kota terbesar (setelah Jakarta, Surabaya, Bandung, Medan, Semarang, Makasar,Denpasar, Palembang, dan Yogyakarta,), dengan ciri kehidupannya yang sangat khas, yaitu tenang, tentram, dan adem ayem.
Bandara Internasional di Solo adalah Bandara Internasional Adi Sumarmo, dengan maskapai penerbangan Garuda, Lion Air, dan Sriwijaya Air untuk penerbangan Jakarta-Solo PP sebanyak total 7 kali sehari, dan Silk Air untuk penerbangan Solo-Singapura PP satu kali sehari, di samping penerbangan langsung ke Mekah/Jedah, Arab Saudi dikarenakan Solo sebagai embarkasi Haji untuk wilayah Jateng&DIY.
Nasi Liwet mungkin adalah makanan khas Kota Solo yang paling terkenal, yang ketenarannya telah menyebar ke segala penjuru, dan sudah masuk menjadi menu di hotel-hotel berbintang di kota-kota besar di Indonesia.

TENGKLENG SOLO




Tengkleng adalah salah satu makanan khas kota Solo selain nasi liwet. Sekilas, makanan ini mirip dengan gulai. Bedanya, jika kuah gulai mengandung santan dan pekat, kuah tengkleng dibuat tanpa santan sehingga lebih encer dan segar.

Biasanya, tengkleng berisi tulang kambing yang masih ada dagingnya, kepala kambing, dan juga jeroan. Salah satu tengkleng yang kelezatannya jarang ditandingi di Solo adalah warung Bu Edi di Pasar Klewer yang sudah berjualan sejak 1971.

Lalu bagaimana di Jakarta? Saya menemukan tengkleng yang sedap di Cengkeh, di daerah Jakarta Pusat. Terletak di jajaran toko-toko tua di Jalan Ir H Juanda III, restoran dengan nuansa Indonesia ini menjadi tujuan tersendiri bagi pencinta kuliner Tanah Air.

Hadir dengan konsep art deco yang didominasi warna coklat dan putih di seluruh ruangan, resto ini memberikan rasa nyaman dan homi kepada pengunjungnya. Cengkeh yang sudah berdiri sejak empat tahun lalu memang menyajikan modern Indonesian cuisine. Menu-menu tradisional Indonesia dimodifikasi sehingga mampu memberikan sentuhan lain dalam setiap makanannya.

Mengenai Saya

Foto saya
International Relations University of Brawijaya Malang

Blogroll